Rabu, 18 November 2009

CUCAK ROWO





















Burung Cucak Rowo / Burung Cucak Rawa merupakan burung yang mempunyai tempat tersendiri di hati penggemarnya. Ketenarannya tidak pernah pudar. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, memelihara burung ini menyangkut status sosial seseorang di dalam masyarakat. Disamping dipelihara sebagai klangenan, burung Cucak Rowo juga sering diturunkan di arena lomba. Suaranya yang sangat keras dan lantang, membuat taste tersendiri didalam menikmati nyanyian burung Cucak Rowo.



Memelihara dan merawat burung Cucak Rowo sama dengan merawat burung berkicau jenis lainnya. Walaupun demikian, ada beberapa hal mendasar yang tetap harus kita perhatikan.




KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK ROWO

1.
Semi fighter. Burung ini bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
2.
Sulit beradaptasi. Burung Cucak Rowo tidak mudah beradaptasi terhadap lingkungan yang baru. Disamping itu, burung ini mudah kaget apabila di sekitarnya ada sesuatu yang mengganggu ketenangannya.
3.
Memiliki tingkat stress yang tinggi. Dalam kondisi tertentu, burung ini mudah panik dan stress apabila merasa terancam.
4.
Mudah jinak. Dalam waktu tertentu dan perlakuan serta perawatan yang baik, burung ini mudah menjadi jinak kepada pemiliknya.


PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK ROWO YANG BAIK
(CIRI-CIRI BURUNG CUCAK ROWO YANG BAIK DARI KATURANGGAN)


Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Rowo.

*
Postur badan. Pilihlah bahan yang berpostur besar memanjang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher, berbadan pendek dan berpostur tubuh kecil.
*
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
*
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
*
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
*
Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
*
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.


MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK ROWO

*
Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Rowo. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
*
Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
*
EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.



PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG CUCAK ROWO



Perawatan harian untuk burung Cucak Rowo relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.



Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Cucak Rowo:



1.

Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
2.

Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
3.

Berikan Jangkrik 5 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
4.

Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
5.

Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
6.

Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
7.

Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
8.

Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF.
9.

Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.



PENTING

*

Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
*

Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
*

Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
*

Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
*

Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.



PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK ROWO OVER BIRAHI

*

Pangkas porsi Jangkrik menjadi 2 pagi dan 2 sore
*

Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut
*

Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
*

Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja



PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK ROWO KONDISINYA DROP

*

Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 8 pagi dan 4 sore
*

Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
*

Mandi dibuat 2 hari sekali saja
*

Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cucak Rowo lain dahulu
*

Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK ROWO UNTUK LOMBA

Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.



Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cucak Rowo:

1.

H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 8 ekor pagi dan 4 ekor sore.
2.

H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
3.

1 Jam sebelum di gantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
4.

Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.



PENTING

*

Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
*

Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.



PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK ROWO PASCA LOMBA



Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.



Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Cucak Rowo:

1.

Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
2.

Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
3.

Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUVAK ROWO MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.



Berikut ini Pola Perawatan masa mabung:

1.

Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
2.

Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
3.

Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 10 ekor pagi dan 6 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
4.

Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
5.

Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
6.

Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

KENARI

















Burung Kenari adalah burung penyanyi yang sangat banyak penggemarnya. Memiliki variasi warna yang beragam dan kombinasi warna yang unik. Merawat burung Kenari sangatlah mudah dan menyenangkan.




KARAKTER DASAR BURUNG KENARI

1.
Mudah beradaptasi, burung ini sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
2.
Penyanyi dan petarung. Apabila mendengar suara burung kenari lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
3.
Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Variasi pakan yang kurang tepat, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Kenari betina dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4.
Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
5.
Tidak mudah stress. Burung jenis ini sudah ratusan tahun ditangkarkan oleh manusia.


PEMILIHAN BAHAN BURUNG KENARI YANG BAIK

(CIRI-CIRI BURUNG KENARI YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Kenari

*
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Kenari jantan dapat dilihat bentuk tubuh yang serasi, mengeluarkan suara cuit yang lebih nyaring dan keras. Pilihlah kenari jantan yang memiliki vent lebih besar dan panjang.
*
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang.
*
Kepala berbentuk kotak. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
*
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
*
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
*
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
*
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.


MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG KENARI

*
Bijian Mix. Pakan utama burung ini adalah Canary Seed. Tetapi kita dapat memberikan biji-bijian yang telah dicampur yang banyak dijual dipasaran.
*
Sayuran dan buah-buahan. Burung Kenari sangat menggemari sayur dan buah-buahan seperti: daun selada, daun sawi, gambas, mentimun, paprica, wortel, buah apel, buah pir, jagung muda.
*
Telur dan Kroto. Pada kondisi tertentu, kedua pakan ini sangat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan, vitalitas fungsi-fungsi organ burung Kenari.
*
Asinan. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, burung ini membutuhkan asupan kalsium tambahan. Dapat diberikan tulang sotong untuk melengkapi kebutuhan kalsium yang dibutuhkan.
*
Roti kering. Disamping menggemari pakan-pakan diatas, burung Kenari juga menyukai roti kering (jangan berikan roti kering yang memiliki kandungan garam dan gula yang tinggi).



PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG KENARI



Perawatan harian untuk burung Kenari relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.



Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Kenari:

1.

Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung)
2.

Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Pakan dan Air Minum.
3.

Berikan Sayuran segar atau Buah.
4.

Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
5.

Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
6.

Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
7.

Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
8.

Kontrol Pakan, Air Minum, Sayuran dan Buah.
9.

Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.



PENTING

*

Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu.
*

Telur Puyuh dapat diberikan 2x seminggu.
*

Variasi pemberian sayuran segar dan buah-buahan adalah kunci keberhasilan dalam perawatan burung kenari.
*

Asinan harus selalu tersedia didalam sangkar.
*

Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
*

Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.



PENANGANAN APABILA BURUNG KENARI OVER BIRAHI

*

Berikan Mentimun selama 2 hari berturut-turut
*

Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
*

Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
*

Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama



PENANGANAN APABILA BURUNG KENARI KONDISINYA DROP

*

Berikan buah Apel 4 hari berturut-turut
*

Perbanyak campuran Lin Seed, Niger Seed dan biji Fumayin pada pakan bijiannya.
*

Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
*

Mandi dibuat 2 hari sekali saja
*

Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Kenari lain dahulu
*

Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KENARI UNTUK LOMBA

Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.



Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Kenari:

1.

H-3 sebelum lomba, berikan buah Apel diselingi Kroto.
2.

H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
3.

1 Jam sebelum di gantang lomba, berikan burung Telur Puyuh.



PENTING

*

Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Kenari lain.



PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KENARI PASCA LOMBA



Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.



Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Kenari:

1.

Perawatan dan Stelan pakan dikembalikan ke Stelan Harian.
2.

Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
3.

Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KENARI MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.



Berikut ini Pola Perawatan masa mabung:

1.

Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
2.

Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
3.

Pemberian porsi pakan tambahan diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Tambahkan biji Niger Seed, variasikan pemberian sayuran segar dan buah.
4.

Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
5.

Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

CUCAK HIJAU / CUCAK IJO / MURAI DAUN






















Burung Cucak Hijau / Burung Cucak Ijo adalah salah satu burung yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bintangnya semakin gemilang, terbukti di lomba-lomba burung berkicau di beberapa daerah, kelas yang dibuka untuk burung ini selalu penuh. Bahkan sudah sangat banyak transfer gacoan Cucak Hijau dengan nilai sangat fantastis.




KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK HIJAU

1.
Semi fighter. Burung ini bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
2.
Takut gelap. Burung Cucak Hijau tidak suka gelap dan gampang panik apabila berada pada lingkungan atau suasana yang gelap. Hindari menempatkan burung ini pada tempat yang gelap, apalagi membawanya pada malam hari. Karena akan mengakibatkan burung ini akan panik, nabrak ruji kurungan, bulunya rontok dan dapat menjadi stress.
3.
Sangat cerdas, gampang menirukan tapi sangat gampang lupa. Dalam kondisi normal, burung ini dapat merekam suara isian yang ada disekitarnya dengan sangat cepat. Sangat mudah di master, tetapi apabila dalam kurun waktu tertentu tidak mendengar suara-suara master yang sudah ada, maka dengan gampang hilang dari memorinya.
4.
Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.


PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK
(CIRI-CIRI BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK DARI KATURANGGAN)


Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Hijau.

*
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
*
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
*
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
*
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
*
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
*
Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
*
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.


MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU

*
Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
*
Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
*
EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.



PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG CUCAK HIJAU



Perawatan harian untuk burung Cucak Hijau relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.



Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Cucak Hijau:

1.

Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
2.

Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
3.

Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
4.

Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
5.

Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
6.

Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
7.

Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
8.

Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
9.

Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.



PENTING

*

Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
*

Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
*

Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
*

Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
*

Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.



PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU OVER BIRAHI

*

Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
*

Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut
*

Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
*

Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja



PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU KONDISINYA DROP

*

Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
*

Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
*

Mandi dibuat 2 hari sekali saja
*

Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cucak Hijau lain dahulu
*

Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU UNTUK LOMBA

Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.



Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cucak Hijau:

1.

H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
2.

H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
3.

1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
4.

Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.



PENTING

*

Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
*

Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.



PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU PASCA LOMBA



Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.



Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Cucak Hijau:

1.

Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
2.

Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
3.

Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.



Berikut ini Pola Perawatan masa mabung:

1.

Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
2.

Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
3.

Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
4.

Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
5.

Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
6.

Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

MURAI BATU















Burung Murai Batu merupakan salah satu burung berkicau cerdas terbaik (dari keluarga Turdidae) yang sangat banyak penggemarnya. Merawat burung Murai Batu sangat mudah dan menyenangkan.




KARAKTER DASAR BURUNG MURAI BATU

1.
Mudah beradaptasi, burung ini sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
2.
Petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara burung Murai Batu lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
3.
Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Murai batu betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4.
Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.


PEMILIHAN BAHAN BURUNG MURAI BATU YANG BAIK

(CIRI-CIRI BURUNG MURAI BATU YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Murai Batu

*
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Murai Batu jantan dapat dilihat warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras serta memiliki ekor yang lebih panjang daripada burung Murai batu betina.
*
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
*
Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
*
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
*
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
*
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
*
Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Pilihlah bentuk ekor yang sedikit lentur.
*
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.


MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG MURAI BATU

*
Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Murai Batu. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
*
EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Murai Batu yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.



PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG MURAI BATU



Perawatan harian untuk burung Murai Batu relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.



Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Murai Batu:

1.

Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
2.

Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
3.

Berikan Jangkrik 4 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
4.

Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
5.

Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
6.

Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
7.

Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
8.

Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
9.

Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.



PENTING

*

Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
*

Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 1x seminggu. contoh setiap hari Selasa pagi.
*

Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
*

Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.



PENANGANAN APABILA BURUNG MURAI BATU OVER BIRAHI

*

Salah satu ciri-ciri burung Murai Batu yang terlalu birahi (over birahi) antara lain: agresif, bulu mengkorok, nglowo (sayap turun) dan mematuk ornamen sangkar.
*

Pangkas porsi Jangkrik menjadi 3 pagi dan 2 sore
*

Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00)
*

Berikan Cacing 2 ekor 2x seminggu
*

Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
*

Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
*

Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama



PENANGANAN APABILA BURUNG MURAI BATU KONDISINYA DROP

*

Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
*

Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
*

Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali
*

Mandi dibuat 2 hari sekali saja
*

Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Murai Batu lain dahulu
*

Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG MURAI BATU UNTUK LOMBA

Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.



Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Murai Batu:

1.

H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 4 ekor sore.
2.

H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
3.

1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
4.

Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.



PENTING

*

Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Murai Batu lain.
*

Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00) pada H-1.



PERAWATAN DAN STELAN BURUNG MURAI BATU PASCA LOMBA



Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.



Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Murai Batu:

1.

Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
2.

Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
3.

Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG MURAI BATU MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.



Berikut ini Pola Perawatan masa mabung

1.

Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
2.

Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
3.

Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
4.

Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
5.

Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

ANIS KEMBANG/PUNGLOR KEMBANG













Burung Anis Kembang memiliki suara dan alunan lagu yang sangat baik. Merawat burung Anis Kembang sebenarnya cukup mudah, apabila kita telah mengetahui dan memahami karakter-karakter dasar dari burung tersebut.




KARAKTER DASAR BURUNG ANIS KEMBANG

1.
Sangat sensitif dan butuh waktu untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan. Perlakuan yang kasar, perubahan ornamen pada kandang dan perubahan suasana lingkungan yang drastis, akan membuat burung Anis Kembang dapat menjadi stress.
2.
Pembosan dan selalu butuh suasana baru. Apabila berada di satu tempat dengan waktu yang relatif lama, maka burung ini menjadi malas untuk berkicau lagi. Cobalah secara berkala selalu memindahkan tempat gantangannya. Misalnya: Selama ini digantang di depan rumah, kemudian digantang di samping rumah. Ini merupakan salah satu misteri pada burung tersebut.
3.
Birahi yang cenderung mudah naik. Burung Anis Kembang sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih dan melihat burung Anis Kembang lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4.
Sangat manja. Hampir rata-rata burung Anis Kembang tidak akan mau bunyi dan hanya loncat-loncat naik turun tangkringan apabila ia melihat orang yang sehari-hari merawatnya. Karena burung tersebut secara psikologis telah menganggap perawat atau pemiliknya sebagai pasangan. Aneh memang, tapi itulah kenyataannya. Biasanya pada waktu kontes atau lomba pada burung kelas Anis Kembang, joki yang menggantang burung dan joki lapangan adalah orang yang tidak pernah berhubungan atau terlibat dalam perawatan harian pada burung tersebut.
5.
Mudah jinak. Karena sifat manjanya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada perawat atau pemiliknya.


PEMILIHAN BAHAN BURUNG ANIS KEMBANG YANG BAIK
(CIRI-CIRI BURUNG ANIS KEMBANG YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Anis Kembang.

*
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Anis Kembang berjenis kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna lebih gelap, warna bulu sangat tegas, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
*
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan burung Anis Kembang yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
*
Postur badan, pilihlah bahan Anis Kembang yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
*
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
*
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
*
Berdiri pada posisi kepala mendangak 45 derajat. Boleh percaya boleh tidak, apabila anda mendapatkan bahan yang seperti ini, dijamin umur 7 bulan sudah ngerol dan sudah bisa dilombakan.


MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG ANIS KEMBANG

*
Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Anis Kembang. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
*
Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
*
EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Anis Kembang yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.



PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG ANIS KEMBANG



Perawatan harian untuk burung Anis Kembang relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.



Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Anis Kembang:

1.

Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
2.

Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
3.

Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
4.

Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
5.

Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
6.

Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
7.

Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
8.

Berikan Jangkrik 1 ekor pada cepuk EF.
9.

Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.



PENTING

*

Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
*

Pemberian Cacing diberikan 2 ekor 3x seminggu.
*

Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
*

Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.



PENANGANAN APABILA BURUNG ANIS KEMBANG OVER BIRAHI

*

Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
*

Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00)
*

Berikan Cacing 1 ekor 2x seminggu
*

Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
*

Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja



PENANGANAN APABILA BURUNG ANIS KEMBANG KONDISINYA DROP

*

Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 3 pagi dan 3 sore
*

Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
*

Mandi dibuat 2 hari sekali saja
*

Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Anis Kembang lain dahulu
*

Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG ANIS KEMBANG UNTUK LOMBA

Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.



Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Anis Kembang:

1.

H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 2 ekor pagi dan 2 ekor sore.
2.

H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
3.

1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 1 ekor saja.
4.

Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.



PENTING

*

Jangan memberikan Ulat Hongkong dalam menggenjot birahi pada burung Anis Kembang. karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat meningkat dan menjadi tidak stabil.
*

Sebaiknya, Joki lapangan adalah orang yang tidak pernah terlibat didalam perawatan harian pada burung Anis Kembang tersebut.



PERAWATAN DAN STELAN BURUNG ANIS KEMBANG PASCA LOMBA



Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.



Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Anis Kembang:

1.

Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
2.

Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
3.

Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG ANIS KEMBANG MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.



Berikut ini Pola Perawatan masa mabung:

1.

Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
2.

Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
3.

Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 4 ekor pagi dan 4 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Cacing 2 ekor 3x seminggu
4.

Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
5.

Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
6.

Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

ANIS MERAH/PUNGLOR MERAH












Panduan Perawatan dan Pemeliharaan

Burung Anis Merah adalah salah satu burung primadona yang sangat banyak penggemarnya. Merawat burung Anis Merah sebenarnya cukup mudah, apabila kita telah mengetahui dan memahami karakter-karakter dasar dari burung tersebut.


KARAKTER DASAR BURUNG ANIS MERAH

1.Sangat sensitif dan butuh waktu untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan. Perlakuan yang kasar, perubahan ornamen pada kandang dan perubahan suasana lingkungan yang drastis, akan membuat burung Anis Merah dapat menjadi stress.
2.Pembosan dan selalu butuh suasana baru. Apabila berada di satu tempat dengan waktu yang relatif lama, maka burung ini menjadi malas untuk berkicau lagi. Cobalah secara berkala selalu memindahkan tempat gantangannya. Misalnya: Selama ini digantang di depan rumah, kemudian digantang di samping rumah. Ini merupakan salah satu misteri pada burung tersebut.
3.Birahi yang cenderung mudah naik. Burung Anis Merah sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang berlebihan (over), penjemuran yang berlebih dan melihat burung Anis Merah lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4.Sangat manja. Hampir rata-rata burung Anis Merah tidak akan mau bunyi dan tidak akan mau teler apabila ia melihat orang yang sehari-hari merawatnya. Karena burung tersebut secara psikologis telah menganggap perawat atau pemiliknya sebagai pasangan. Aneh memang, tapi itulah kenyataannya. Biasanya pada waktu kontes atau lomba pada burung kelas Anis Merah, joki yang menggantang burung dan joki lapangan adalah orang yang tidak pernah berhubungan atau terlibat dalam perawatan harian pada burung tersebut.
5.Mudah jinak. Karena sifat manjanya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada perawat atau pemiliknya.


PEMILIHAN BAHAN BURUNG ANIS MERAH YANG BAIK
(CIRI-CIRI BURUNG ANIS MERAH YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Anis Merah:

* Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Anis Merah berjenis kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna lebih gelap, warna bulu dibawah paruh bagian bawah lebih pudar, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
* Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan burung Anis Merah yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
* Postur badan, pilihlah bahan Anis Merah yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
* Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
* Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
* Berdiri pada posisi kepala mendangak 45 derajat. Boleh percaya boleh tidak, apabila anda mendapatkan bahan yang seperti ini, dijamin umur 7 bulan sudah ngerol dan mulai teler.


MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG ANIS MERAH

* Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Anis Merah. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
* Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
* EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Anis Merah yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.



PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG ANIS MERAH

Perawatan harian untuk burung Anis Merah relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.


Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Anis Merah:

1. Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
2. Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
3. Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
4. Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
5. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
6. Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
7. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
8. Berikan Jangkrik 1 ekor pada cepuk EF.
9. Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.



PENTING

* Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
* Pemberian Cacing diberikan 2 ekor 1x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi.
* Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
* Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.



PENANGANAN APABILA BURUNG ANIS MERAH OVER BIRAHI

* Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
* Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00)
* Berikan Cacing 1 ekor 2x seminggu
* Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
* Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
* Burung sebaiknya diisolasi, jangan melihat dan mendengar suara burung Anis Merah lain dahulu untuk sementara waktu.


PENANGANAN APABILA BURUNG ANIS MERAH KONDISINYA DROP

* Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 3 pagi dan 3 sore
* Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
* Tingkatkan porsi pemberian Cacing menjadi 2 ekor 3x seminggu
* Mandi dibuat 2 hari sekali saja
* Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Anis Merah lain dahulu
* Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG ANIS MERAH UNTUK LOMBA

Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.


Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Anis Merah:

1. H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 2 ekor pagi dan 2 ekor sore.
2. H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
3. 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 1 ekor saja.
4. Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.



PENTING

* Jangan memberikan Ulat Hongkong dalam menggenjot birahi pada burung Anis Merah. karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat meningkat dan menjadi tidak stabil.
* Sebaiknya, Joki lapangan adalah orang yang tidak pernah terlibat didalam perawatan harian pada burung Anis Merah tersebut.


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG ANIS MERAH PASCA LOMBA

Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Anis Merah:

1. Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
2. Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
3. Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.


PERAWATAN DAN STELAN BURUNG ANIS MERAH MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.


Berikut ini Pola Perawatan masa mabung:

1. Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
2. Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
3. Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 4 ekor pagi dan 4 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Cacing 2 ekor 3x seminggu
4. Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
5. Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
6. Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

Selasa, 17 November 2009

PROFESI PENANGKAR BURUNG BERKICAU



Perkembangan dunia burung berkicau akan selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan kicaumania. Saat ini penangkar merupakan profesi baru yang belum banyak digeluti sedangkan kebutuhan kicaumania serta masyarakat kita memelihara burung berkicau untuk rumahan atau lomba semakin besar. Diera global saat ini dimana informasi sangat mudah dicari, penangkar menjadi sorotan utama di dunia burung berkicau Indonesia. maka peran penangkarlah yang memegang kunci utama maju tidaknya sebuah komunitas dari berbagai lintas organiser hobies burung berkicau. Oleh karena itu seorang 'penangkar' harus bekerja secara profesional, karena keahliannya memang harus dibayar untuk menampilkan kemampuannya dalam menghasilkan anakan-anakan burung berkicau dimasa depan sehingga kelestarian akan burung berkicau bisa dipertahankan keberadaannya.

Penangkar sebagai profesi

kata profesi menurut Abraham Flexner , memiliki dan memenuhi :
1. profesi merupakan pekerjaan intektual, maksudnya menggunakan intelegensi yang bebas yang diterapkan pada masalah dengan tujuan untuk memahaminya karakter jenis burung berkicau dan menguasainya tentang penangkaran burung berkicau
2. profesi merupakan pekerjaan saintifik berdasarkan pengetahuan yang berasal dari sain
3. profesi merupakan pekerjaan praktikal, artinya dapat diterapkan dan dipraktekan
4. profesi terorganisasi secara sistematik, ada standart cara pelaksanaannya dan mempunyai tolok ukur hasilnya
5. profesi merupakan pekerjaan altruisme yang berorientasi kepada masyarakat yang dilayaninya bukan kepada diri profesionalisme. Sedangkan profesionalisme menunjukkan ide, aliran, isme yang bertujuan mengembangkan profesi, agar profesi dilaksanakan oleh profesional dengan mengacu norma-norma, standar dan kode etik serta memberikan layanan yang terbaik kepada konsumen.

Mengapa penangkar harus profesional

dalam pelaksanaan tugas seorang penangkar harus berani menunjukkan dirinya dapat bertugas secara profesional, mempunyai target yang jelas, bagaimana dapat menjual produk dan jasanya kepada pengguna dengan baik, yaitu dapat memenuhi tuntutan mutu produk jasa pelayanan yang diberikan.
Konsumen, dalam mengharapkan keberadaan produk penangkaran, erat berkaitan dengan mutu penangkaran tersebut, hampir setiap konsumen mengharapkan adanya mutu produk yang baik. dengan demikian maka penangkar selaku pengelola bird farm harus dapat bertindak secara profesional. misalkan :
- Mencari indukan-indukan yang bagus baik dari segi fisik maupun kicauannya

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, telekomunikasi dan transportasi, semakin berkembang dapat mempengaruhi rencana program kerja penangkar. Ada kecenderungan,
- organisasi kicaumania semakin modern dicirikan oleh semakin majunya penggunaan iptek mutakir,
- sementara itu kebutuhan kicaumania akan tuntutan mutu produk semakin tinggi,
- persaingan pelayanan menjadi hal yang biasa,
- penangkar yang berwawasan kemapanan dan bertindak seketika, tidak berorientasi ke depan, serta sangat sedikit sekali menerapkan iptek terbaru.yaitu inovasi lewat riset dan adopsi teknologi baru

Sikap Penangkar

Seorang penangkar yang profesional adalah seorang yang mengerti informasi yang akan menerapkan prinsip-prinsip manajemen dalam pengelolaan penangkarannya terutama pada era informasi ini. Saat ini penangkar dituntut untuk bekerja lebih profesional dan mampu berkomunikasi ke segenap lapisan masyarakat, mampu berperan ganda yakni sebagai penyaji informasi penangkarannya dan sekaligus sebagai pendidik dalam mempelajari ilmu penangkaran . Bukan saatnya lagi penangkar hanya sebagai penjaga kandang dan menerima hasil penjualan anakannya saja.


Persiapan menjadi seorang Penangkar

1. Mempersiapkan burung apa yang anda inginkan untuk ditangkar, pilihlah 'satu' jenis burung saja dulu, misalkan kenari, Love bird, Anis Merah
2. Mempersiapkan diri dengan kegiatan membaca literatur, Harga perolehan indukan dan biaya makan harian, melihat video-video penangkaran yang sudah beredar, berkenalan dengan orang-orang, bergabung dengan organisasi dan kemudian diaplikasikan dalam aktivitas sehari-hari
3. Mempersiapkan tempat penangkaran di sekitar rumah anda, diusahakan kandang harus kena sinar matahari pagi, untuk ukuran kandang bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan, bebas dari gangguan tikus dan kucing.
4. Jika tidak memungkinkah membuat kandang, bisa dengan sangkar gantung saja sepertinya untuk Kenari, Blacktrout, Edel Singer, dan Lovebird sangat memungkinkan.
5. Mempersiapkan indukan yang sehat dan berkualitas
6. Perawatan dengan sabar, telaten dan mengerti akan ilmu karakter burung, niscaya penangkaran anda akan segera menunjukkan kemajuan
7. Pengembangan untuk penangkaran tentunya dengan melihat kemampuan kita sendiri, apakah dari segi modal, waktu, dan pemasaran kita sudah siaappppp. Tinggal menunggu waktu yang bisa menjawabnya.